Kamis, 04 Januari 2024

Menguak Ketergantungan Hidup Terhadap Perangkat Lunak

Ehmmm... pertama-tama saya ingin minta maaf kalau pembahasan ini mungkin membuat kalian agaknya sedikit keluar daripada keinginan kalian (tapi terserah saya sih, ini'kan blog saya). Enggak, enggak. maksud kalian pasti bertanya-tanya mengenai urgensi atau kepentingan topik ini sehingga harus dibahas, yakni aplikasi yang tidak pernah lepas dari kegiatan atau kehidupan saya pribadi maupun kalian juga (mungkin). Jadi, apa saja aplikasinya? Apakah seperlu itu aplikasi yang akan dijelaskan sehingga diangkat secara lebay dan berlebihan oleh penulis pemula nan amatir ini? Kita langsung bahas saja.

1. Google Family

"Bang, ini'kan bukan Google Family apaan?" saya lihat sih ada nama Google Family, tapi ini adalah beberapa kumpulan produk yang dibuat oleh perusahaan Google itu sendiri. “Bang, kenapa nggak nyebut produk google aja?” Sebenarnya biar lebih keren aja sih dan produk dari Google ini membantu saya ketika mengerjakan atau mau nyari info lain. Contohnya Chrome yang selalu saya gunakan untuk searching mencari informasi. Bisa berita, artikel pembelajaran dan lain-lain. Selain itu, sumber kekinian bisa diakses di laman pencariannya (tidak mungkin kalian masih mainan di Internet Explorer atau Opera Mini dong). Masih banyak sih kaya Gmail (buat ngelamar kerja atau sekadar dapat langganan artikel dari website tertentu), Drive (jadi backup untuk nyimpen file data sewaktu-waktu ponsel atau laptop lagi masalah), Maps (Walaupun kadang sesat tapi bisalah membantu saya pas nyari alamat tujuan), YouTube (nyari hiburan atau sekedar liat video-video yang isinya ilmu) dan sebagainya. Saya kadang suka pake Google Workspace seperti Google Meet, Google Drive juga, Google Docs, Google Spreadsheet, Google Slide (hampir nggak pernah bahkan) sama Google Form.

2. Meta Family

Hampir mirip seperti Google Family, cuman Meta ini (yang dulu namanya facebook) adalah perusahaan yang menaungi aplikasi macam Facebook itu sendiri, Instagram, WhatsApp, dan lain-lain. Ketiga aplikasi tadi saya pakai, hanya saja yang terpasang di ponsel cuma WA. Facebook dan Instagram makenya di Chrome aja. karena ruang ponsel ada 32 GB, malah kemakan 12 GB cuma buat Sistem Operasi (ponsel saya Redmi 9 kalau mau tau, kalau enggak, ya udah. Yang penting udah dikasih tahu'kan). Saya pernah menggunakan Messenger cuma nggak lama. Sempat booming juga Threads tahun lalu. Katanya mau nyaingin Twitter, eh malah nggak ada yang make lagi (kayanya). Untung saya tidak FOMO ikut-ikutan pasang biar kelihatan ikut trend.

3. M-Banking

Sumber : Screenshot HP Sendiri

Yang satu ini gara-gara ngerasa kalau dulu duit cepet banget abisnya. Pengalaman tahun awal 2020 sampe bulan Agustus, itu duit cepet banget abis (sebenarnya karena ada beberapa yang utang tapi belum balik sih). Akhirnya saya memutuskan membuka rekening di Bank Syariah Indonesia atau BSI. "Bang, kenapa nggak make yang lain?". Bisa-bisa aja sih ... Cuman karena gaji nggak nyampe 2jt sama sia-sia kalau kepotong layanan (soalnya beberapa bank motongnya nggak nanggung-nanggung apalagi kalau duitnya nggak diapa-apain tuh ... eman-eman). Nah, dengan BSI paling cuman kepotong seribu kalau menabung min. 50jt (kalau nggak salah). Lagipula tabungan saya belum sampai segitu. Belum. 

4. Notes

Sumber Asli : Xiaomi Community

Tidak terlihat apa nilai tambah dengan berlama-lama menggunakan aplikasi ini. Karena memang aplikasi ini hanya untuk menyimpan catatan atau tulisan sekadar coret-coret kalau gabut. Tapi bagi saya aplikasi ini sudah cukup membantu dalam menyimpan data seperti username dan password yang terdaftar di website maupun aplikasi lainnya. "Bang, kan bisa simpan otomatis lewat google?" Iya sih, cuman keperluan saya bukan hanya menyimpan dua hal itu tadi. Terkadang saya juga menyimpan link-link tertentu, saya ambil contoh mungkin saya ingin mengumpulkan daftar website freelance yang bisa saya coba. Kemudian saya searching sesuai kebutuhan, salin link-nya lalu tempel di folder catatan yang kita pengen. Aplikasi ini juga cocok kalau mau nulis sesuatu takut lupa alurnya, tinggal tulis disini agar bisa dicek ulang pesan yang ingin disampaikan sudah sesuai atau belum.

5. PDF Reader

Sumber : Screenshot HP Sendiri

Zaman sekarang membaca di buku sudah jarang terlihat. Ada, tapi cuman hanya beberapa orang yang masih konsisten melakukannya. Lebih seneng lihat hiburan di ponsel masing-masing ketimbang membaca buku fisik. Tak lupa, banyak juga file digital atau e-book, baik berbayar atau gratis yang kalian temukan bertebaran di media sosial juga. Aplikasi ini juga membantu sebagai jembatan untuk menikmati tulisan yang berdaging itu. Saya sendiri hanya memakainya jika mau baca-baca biasa tanpa terbebani aplikasi sejenis yang memakan ruang banyak. Karena keunggulan aplikasi ini sangat enak buat baca, tapi kureng kalau buat edit (saya juga nggak pernah ngedit juga sih).

Hanya ini yang sering menemani kehidupan sehari-hari saya, tapi bukan berarti kalau nggak pake kita nggak hidup tuh enggak juga. Beberapa dari kalian pembaca yang budiman pasti juga pernah di fase hidup tanpa teknologi se-intens sekarang'kan. Jadi, masih enjoy aja.

"Bang, kalau aplikasi lain gimana?"

"Bang, udah sering pake nggak ada spesial-spesialnya?"

"Bang, kok nggak ada aplikasi games-nya?"

"Bang, duitku habis. pinjem dulu."

"Bang, pacarku diambil temen."

Pasti akan ada aja suara-suara diatas (walaupun ada beberapa yang ngaco). Nah, alasan kenapa aplikasinya itu-itu aja. Kalau dibilang pengen aplikasi lain, saya juga pengen coba juga. Masalahnya......RUANGAN HP SAYA NGGAK BANYAK.

DAH.

Share:

4 komentar:

  1. Mbanking itu paling ditunggu saat gajian, tapi paling sebel kalau duit disitu udah bikin panik. Bener gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, kak.
      Paling sebel lagi tau-tau habis buat beli ini itu yang belum diperlukan.

      Hapus
  2. Google family pasti ini nggak bisa kuhindari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuman pake Chrome aja udah mengindikasikan kita nggak bisa dari produk Google, kak.

      Hapus